PATHFINDER

I. Title

Masalah Transportasi Kota dan Pendekatan Psikologi Sosial Juneman Ikatan Psikologi Sosial, Himpunan Psikologi

II. Introduction

Penulis artikel ini mencoba menjelaskan masalah transportasi perkotaan dengan menggunakan pendekatan psikologi sosial. Masalah besar pertama adalah tentang kemacetan lalu lintas,yang dianalisis dengan konsep Tragedy of the Commons (Hardin,1968). Kesulitan utama kedua adalah kecelakaan lalu lintas yangdianalisis oleh teori risiko Wilde (1982, 1998), Summala (1974, 1997), dan Fuller (2000). Penulis juga memberikan pengaruh ilusi kontrol, bias optimisme, dan locus of control pada pengambilan keputusan risiko. Selain itu, penulis menawarkan tiga solusi untuk setiap masalah dan solusi ditujukan untuk tingkat individu, tingkat budaya dan structural tingkat. Diharapkan tulisan ini akan memberikan kontribusi teoritis dalam subjek psikologi transportasi di Indonesia. Angkutan psikologi adalah bidang psikologi terapan yang relatif baru di Indonesia, dan belum ada banyak perhatian dan pengembangan yang diberikan untuk ini subjek tertentu. Diharapkan juga bahwa tulisan ini memberikan gagasan untuk kebijakan transportasi yang dibuat oleh pejabat pemerintah, terutama di Indonesia Kota-kota besar di Indonesia.

III. Topic Analysis

Academic Diciplines

Psychology

Social Psychology

Antrhopology

Transportation Psychology

Key Words Terms

Traffic-jam

Traffic accidents

Transportation psychology

Tragedy of the commons

Risks theory

Urban transport policies

Refrence Sources

Buku/ Books

Lokasi Tercetak : Restricted Resource

Perpustakaan memiliki banyak koleksi buku dan bahan bacaan lainnya dalam bidang Psikologi.

Buku-buku di klasifikasikan menurut nomor klas (DDC) sbb :

  • 150                               : Psychology
  • 152                               : Perception, Movement, Emotions, Psychology Drives
  • 153                               : Conscious Mental Processe and Intelligence
  • 154                               : Processe
  • 155                               : Diffrential and Developmental Psychology
  • 156                               : Comparative Psychology
  • 158                               : Applied Psychology
  • 297.019                        : Islam of Psychology
  • 297.261                        : Islam of Psychology
  • 302                                : Social Psychology
  • 370.15                          : Educational Psychology
  • 616.89                          : Abnormal Psychology
  • 781.1                            : Psychology Music
pdf

Daftar Buku yang berkaitan dengan bidang Psikologi  Klik disini 

E-journals

 2. Akses Terbuka (Open Access) Jurnal Internasional, hampir semua jurnal berikut terindeks oleh Scopus sbb:

 3. Akses Terbuka (Open Access) Jurnal Nasional

E-Books

 2. Database E-Book yang dapat diakses secara terbuka (Open Access) sbb:

Encyclopedias

Dictionaries

Scholarships

Awards

Review of My Research Process

Dari sisi kultural, Wilde (1985) telah memberikan empat pendekatan untuk mengurangi tingkat risiko sasaran pengendara (baca: mengurangi kejadian kecelakaan), yakni (1) meningkatkan penghargaan kepada perilaku aman (misalnya, dengan memberikan insentif), (2) menghukum perilaku yang berisiko atau tidak aman, (3) menurunkan keuntungan dari perilaku berisiko (misalnya, jangan memberikan sebutan “hebat” / heroism kepada perilaku tersebut), dan (4) menurunkan konsekuensi negatif dari perilaku aman (misalnya, jangan membiarkan terjadinya kehilangan waktu / time loss pada para pengendara yang berperilaku aman). Selanjutnya, Wilde dan Robertson (2002) menambahkan dua pendekatan lagi, yakni (1) memberikan penghargaan kepada pengendara yang tidak mengalami kecelakaan (misalnya, mengenakan premi asuransi yang lebih murah kepada pengendara yang tidak pernah melakukan klaim asuransi; hal ini disebut “noclaim bonus”), dan (2) menghukum pengendara yang mengalami kecelakaan. Namun demikian, teori ini tidak memperhitungkan regulasi/peraturan keamanan lingkungan, seperti rancangan jalan dan kendaraan (Hedlund, 2000; Rothengatter, 2002). Hal ini dapat dipahami karena asumsi teori ini adalah bahwa modifikasi lingkungan atau pengaturan perilaku pengendara tanpa mempengaruhi tingkat risiko sasaran adalah kesia-siaan belaka. Menurut Fuller dan Santos (2002), ketika tuntutan tugas (demands of the task) melampaui kapabilitasnya, dan pada saat yang sama pengendara tidak dapat melakukan apa-apa untuk mereduksi tuntutan tugas atau pun untuk meningkatkan kapabilitasnya, maka pengendara akan memilih untuk menghindari kondisi tersebut (kondisi tuntutan tugas yang berlebih). Hal ini menjelaskan paradoks mengapa intervensi keamanan yang bersifat membuat tugas menjadi mudah (misalnya meluruskan jalan yang tadinya berbentuk kurva) justru menyebabkan perilaku berisiko seperti peningkatan kecepatan oleh pengendara. Berdasarkan pengetahuan tersebut, maka intervensi keamanan yang bersifat membuat tugas nampak menjadi lebih sulit (misalnya, liukan/putaran “S”, leher jalan, pintu gerbang, penyempitan jalan) patut dipertimbangkan. Jadi diperlukan rancangan yang membuat tugas nampaknya lebih sulit daripada kesulitan objektifnya, sehingga pengendara dapat memperlambat laju kendaraannya. Hal ini dapat dikombinasikan dengan paparan peringatan data statistik kejadian kecelakaan lalu-lintas yang diletakkan di jalan. Pendekatan kombinatif ini diperlukan karena, sebagaimana dinyatakan oleh Baron, Byrne, dan Branscombe (2005), pesan-pesan yang berbingkai negatif (negatively framed) sebagai strategi preventif dan ditolak orang. Hal ini disebabkan karena pesan-pesan yang mencemaskan, dan menimbulkan afeksi ketakutan seperti itu bersifat mengancam diri (self) seseorang, sehingga dapat mengaktifkan mekanisme pertahanan (defense mechanism) dalam rangka mempertahankan citra diri (selfimage) yang positif; selanjutnya, hal ini mengganggu kemampuan orang untuk menaruh perhatian pada sebuah pesan untuk mengingat bahaya dari perilakunya.

Diterbitkan oleh Alan

Saling berbagi ilmu.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai